Sapuan Kasih Ilahi | Tuesday
Hartono Beny Hidayat
Sapuan Kasih Ilahi
Ya Allah, terhapus sudah jejak kaki dan senda gurau anak-anak kami ditepian pantai itu, segalanya yang kami miliki dan kami banggakan tlah hilang tersapu oleh takdirMu, Kini tinggallah puing dan ratapan tangis kami menggenangi negeri,
Ya Allah,Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Dari tanda-tanda kekuasaanMu, Cucilah dosa-dosa kami dengan cucuran airmata kami sendiri, dari reruntuhan ini, bangunlah rumah dan taman terindah disurga, Untuk mereka-mereka yang belum mengenal dosa,yaitu bayi-bayi dan anak-anak kami
Dari tanda-tanda KekuatanMu, Guncanglah ketamakan jiwa-jiwa kami yang masih hidup -dengan mengingat kematian, KenapaYa Allah?!, au sapu bersih manusia-manusia yang tak berdosa; Anak-anak kami ; saudara, ibu dan bapak kami, tergeletak membusuk diantara puing-puing, sedang kau biarkan rumah si korup tak terjamah; berdiri megah dan kokohnya !", "Dimana tempat tinggal sejati kami Ya Rabb , dimana taman yang indah itu , bebaskan jiwa kami dari belenggu dunia, karena kami telah rindu untuk segera memasukinya!"
"Kamilah anak-anak kebahagiaan dan juga anak-anak penderitaan, Kami kumpulkan harta benda ; kami bangun istana-istana yang luas, padahal dilubang gelap 2x3 meter kelak kami akan kembali, Kami kenakan baju-baju mewah, menghiasi kepala kami dengan mahkota-mahkota indah, kelak rumput akan tumbuh subur diatas tengkorak-tengkorak kepala kami!",
Ya, Allah ......Kini takdirmu telah tergoreskan, kehendakmu telah kau genapkan, Maka ampunilah kami Ya Rabb, seumpama ini merupakan sebuah teguran dariMu,
Dari musibah ini , bimbinglah hati kami untuk mengingat serta mendengar segala seruanMu untuk kembali kejalan yang Engkau ridhai,
Kini tlah kami ikhlaskan semuanya, semua tak ada yang abadi, kepunyanMu segala yang ada dilangit dan dibumi,
Teguhkanlah hati kami untuk menghadapi cobaan ini, Maha suci Engkau Ya Rabb, yang tak pernah binasa dan berkuasa penuh atas segala takdir.
***** Hasyuda Abadi
LIMA STANZA TSUNAMI
i mulus menerimanya tak sempat menolaknya pulang ke dasar bila berakhir dalam tenang muram mencatat derita kenangan yang sulit trauma yang berbunga
ii pertemuan ini hebat perkenalan yang mengajar tenat yang getar gegar yang mencalar - damai pantai melupakan gelombang kecil yang sering bermain di giginya menjadi lorong ajaib sebuah perjalanan yang teruja
iii demikian kias alami dalam kelam lorong cahaya mendorong makna kemulusan diri tsunami hanya gelombang kecil dari seluruh gelombang keagungan-Nya titiknya di cermin pandang peristiwa demi peristiwa menguji alpa
iv tsunami bukan hanya nama tapi gelombang ini melebar andatila diri mengakar ukhuwah
v tsunami tidak hanya nama tapi lorong untuk kembali
Ikatan Penulis Sabah, 6 Januari 2005
*****
*************************
Created at 11:22 AM
*************************
|
|
welcome
hello
MENU
HOME
Cinta Ku
Cinta - Al- Qur'an & Hadist
Cinta - Artikel
Cinta - Berita
Cinta - Busana & Perkawinan
Cinta - Cerita
Cinta - Doa
Cinta - Kecantikan
Cinta - Kesehatan
Cinta - Liputan Khusus
Cinta - Masakan & Minuman
Cinta - Musik
Cinta - Muslimah
Cinta - Puisi
Cinta - Rukun Iman & Islam
Links
Archieve
February 2005[x] June 2005[x] July 2005[x] August 2005[x] September 2005[x]
|
|